You are here >
Wed
08
Sep 2010
08/09/10:
Rancangan Besar
07/09/10:
Mitos Seorang Pria
06/09/10:
Deadline
03/09/10:
Kupang Baumata
02/09/10:
Menyapa Zakheus
| Hanya Hari Minggu |
|
|
|
| Ditulis oleh Petrus Kwik |
| Minggu, 25 Juli 2010 00:00 |
Baca: 1 Tesalonika 4:1-12Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 37-39; Kisah Para Rasul 26 Ayat Mas: Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. 1 Tesalonika 4:1 Seorang pendeta mengibaratkan banyak orang kristiani seperti majalah Time, yang membagi hidup mereka menjadi banyak “rubrik”, dengan “rubrik” religius hanya setengah halaman—itu pun di bagian belakang. Yakni orang kristiani yang menjalankan kehidupan kristianinya hanya pada hari Minggu, sementara pada hari-hari lain mereka jauh dari cara hidup kristiani. Ironis memang, tetapi ini kenyataan. Pada hari Minggu, orang kristiani berbondong-bondong memadati gereja. Namun, pada hari Senin sampai Sabtu, orang begitu terfokus pada pekerjaan yang menumpuk dan jadwal yang padat, hingga tak terpikir untuk menyertakan Tuhan. Paulus mengingatkan kita supaya lebih sungguh-sungguh berusaha memiliki hidup yang berkenan kepada Allah. Setiap hari, setiap saat, kita harus melakukan kehendak Allah dengan hidup kudus, karena untuk itulah Allah memanggil kita (ayat 3,7), bukan hanya pada hari Minggu atau hari tertentu. Mungkin ada yang berpikir bahwa Minggu adalah harinya Tuhan, maka harus beribadah dan hidup kudus. Namun, hari lain merupakan hari mereka sendiri, hingga mereka bebas berbisnis dengan cara apa pun, dan bebas mencari hiburan sesuka hati. Tak ada peraturan atau hukum religius yang dapat membatasi, termasuk Tuhan. Padahal, andai Tuhan juga berlaku demikian, menemui dan menolong kita hanya di hari Minggu, betapa celakanya kita! Hidup kudus seharusnya merupakan gaya hidup kita. Jadi, setiap hari kita harus mengizinkan Tuhan memimpin hidup kita. Dengan menempatkan kehendak Tuhan sebagai yang utama, sebenarnya kita sedang mendatangkan keuntungan bagi hidup kita sendiri, sebab di situlah kita akan mendapati hidup yang paling indah. TUHAN MENYERTAI KITA SETIAP HARI LAKUKAN KEHENDAK-NYA SETIAP HARI |
Meja Redaksi
Shalom, sahabat-sahabat eKasih
Puji Tuhan, sesuai dengan rencana maka mulai tanggal 5 Mei 2009 ini eKasih tampil dengan wajah yang lebih segar. Kami tahu bahwa ini masih perlu penambahan penambahan yang lebih baik lagi. Untuk itu setiap hari kami akan terus memperbaiki isi dari eKasih sehingga benar-benar dapat berguna dan menjadi berkat buat kita semua.
Sahabat yang rindu membantu pelayanan ini dapat mengirimkan bantuan ke rekening ekasih a/n Khristianto, no rek BCA 2671462001, bantuan berupa barang yang ingin disalurkan untuk memberkati banyak orang dapat dikirim ke alamat kami di Jl. Bengkulu Kav 434/M Cinere, Limo - Depok 12415.







Baca: 1 Tesalonika 4:1-12



























