You are here > Home Kesaksian MENGUCAP SYUKUR DAN BERTERIMA KASIH
Sat 31 Jul 2010
MENGUCAP SYUKUR DAN BERTERIMA KASIH PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 25 Januari 2010 00:00

Semua Teman-Teman Yang Tuhan Yesus Kasihi,


Jujur, saya sebenarnya bingung harus mulai dari mana. Perasaan saya, hati saya, pikiran saya, semua yang ada pada saya sekarang ini rasanya ingin meledak keluar.

Bukan amarah, bukan kesedihan, tapi rasa gembira, senang, ungkapan syukur dan damai yang sungguh bukan main rasanya. (....jadi pengen nangis...)

Beberapa waktu yang lalu, banyak sekali himpitan, gesekan, dentuman menghantam saya.
Mental maupun rohani. Salah satunya, anak saya (11 bulan) sakit. Dan sakitnya itu, satu penyakit sembuh, datang penyakit yang lain. Dari di diagnosa TB, ususnya sepanjang 5mm rusak karena bakteri, didiagnosa DB, intoleran laktosa, demam/panas tinggi (Puji Tuhan gak sampai stuip). Belum lagi gesekan di internal keluarga, suami, dll. Dalam hal anak, saya gak habis pikir, sudah habis-habisan saya sangat menjaga higienitas, kesehatan dan gizi anak saya. Seluruh tenaga dan kekuatan juga kemampuan saya sebatas manusia saya kerahkan untuk anak saya. Tapi sepertinya usaha saya sia-sia. Ditambah beberapa tekanan dan gesekan yang terjadi dalam internal keluarga. Suami, orangtua, mertua, ipar....fiiuuhh. ..
Saya merasa kecil, gak berdaya, gelap mata, sumpek dan serba bingung gak tau harus berbuat apa....
Terlintas perasaan dan pikiran, semua dan segala sesuatu ini terjadi karena dosa saya. Saya merasa bersalah pada semua orang, dan saya sangat yakin pada saat itu, anak saya sakit karna dosa saya di masa lalu. Semua terjadi karena kesalahan yang pernah saya perbuat di masa lalu. Saya merasa tersudut dan sangat bersalah, apalagi jika pandangan saya sedang tertuju pada anak.

Teman-teman yang Tuhan Yesus kasihi, saat itu satu-satunya hal yang terbersit dalam pikiran saya adalah cuma satu. Bunuh diri. Yang saya rasakan saat itu sudah putus asa, lelah, tidak ada jalan keluar, stuck, merasa bersalah yang sangat amat besar terutama pada anak. Tiba-tiba, handphone saya berbunyi. Sms rohani rutin dari Pdt. Gilbert. Hati saya tidak bergeming, rasanya tetap hampa dan kosong sampai selesai membaca sms tsb. Terbersit di otak saya nama Pak Boy. Antara niat gak niat, saya coba sms dan coba-coba curhat gak niat ke Pak Boy. Saat itu di sms saya cuma bilang intinya mungkin kali ya anak saya sakit karena dosa saya di masa lalu. Dan saya gak yakin Pak Boy akan reply sms saya. Saya pikir, mungkin reply, tapi pasti baru besok, lusa, minggu depan, sebulan lagi baru sampai entah karna sibuk atau gak sempat.

Tapi belum sempat saya beranjak dari tempat duduk saya, saya sudah terima sms dari Pak Boy yang intinya bikin saya sungguh-sungguh terhenyak, menampar, mengguncang- guncang saya. Sms Pak Boy mengingatkan saya, dosa masa lalu kalau kita sudah memohon ampun dan bertobat pada Tuhan, Tuhan pasti sudah ampuni semua dosa saya. Iblis yang membuat saya masih merasa bersalah atas dosa masa lalu. Dan jika saya di dalam Yesus, saya berkuasa atas semua masalah saya (....jadi pengen nangis lagi....), berkuasa atas sakit penyakit, masalah yang saya atau anak saya derita, dan saya diminta tumpang tangan di atas badan anak saya dengan iman dan percaya dalam Yesus, dan Beliau bantu doa untuk saya dan anak saya.

Teman-teman, sempat dunia rasanya berhenti beberapa detik. Hening semua. Dan setelah itu juga pundak saya rasanya ringan, hati saya rasanya lega dan pasrah pada Yesus. Hati saya rasanya kosong, tapi bukan hampa. Kosong terlebih akan rasa damai dan lega bebas beban tidak ada lagi sandungan. Saya masuk ke kamar, menghampiri anak saya yang sedang tidur, berdoa, dan tumpang tangan atas anak saya. Pada awal mau tumpang tangan, hati saya agak ragu, apakah saya punya kuasa sebesar yang Pak Boy katakan, tapi di mata saya masih tercetak jelas sms dari Pak Boy tentang kuasa Yesus, dan saya meneguhkan hati dan percaya lalu berdoa dan tumpang tangan atas anak saya. Dan setelah itu saya pasrah pada Tuhan.

Teman-teman, anak saya sudah sembuh sekarang. Saya merasakan damai, sama seperti pada saat saya membaca sms berkat dari Pak Boy. Berbagai masalah sudah mulai satu per satu surut, pasang, surut lagi.... Tapi sebelum saya menuangkan, menulis, mengabarkan, pamer-pamer ke teman-teman saya seiman mengenai ini semua, rasanya saya belum sreg. Dan satu hal lagi, dalam hati saya berjanji. Pak Boy harus tahu akan hal ini. Tuhan sungguh-sungguh memakai Pak Boy sebagai perpanjangan tanganNya untuk menarik kembali saya, menegur saya, menampar saya, meneguhkan kembali saya, mengingatkan saya, mengatakan pada saya seolah-olah, "Hei!! Sampe kapan kamu mau diperbudak iblis? Dipermainkan iblis? Diombang-ambingkan  oleh si iblis? Apakah kamu mau begitu saja menyerah pada dunia dan menyerahkan nyawamu yang berharga dan sudah dimeteraikan oleh Yesus sendiri pada iblis?" Jawaban saya tentu saja "TIDAK!"

Teman-teman, maaf kalo curhat saya jadi kepanjangan ^_^ Tapi kembali saya mau mengucap syukur dan terima kasih sesuai dengan subject saya diatas. Ucapan syukur dan terima kasih saya pada Tuhan Yesus dan Pak Boy yang sanggup menarik dan menguatkan saya kembali. Terima kasih Yesus, Terima kasih Pak Boy. Tuhan Selalu Berkati Pak Boy dan Keluarga.

Sebenernya masih banyak yang ingin saya ceritakan, tapi berhubung air mata sudah berada di pinggir batas kelopak mata bagian bawah dan sepertinya sudah mau tumpah, tambah lagi sekarang saya sedang berada di kantor, jadi curhat saya ini saya singkat-singkat dan saya akhiri sampai disini. Maaf kalau teman-teman rada bingung membaca curhatan saya ini, lha wong pandangan/pengeliha tan sudah mulai ndak jelas dikarenakan ada beberapa embun air mata yang mengganggu pemandangan.

Tuhan Memberkati kita semua,
By: Helen

 

Meja Redaksi

redaksiShalom, sahabat-sahabat eKasih

Puji Tuhan, sesuai dengan rencana maka mulai tanggal 5 Mei 2009 ini eKasih tampil dengan wajah yang lebih segar. Kami tahu bahwa ini masih perlu penambahan penambahan yang lebih baik lagi. Untuk itu setiap hari kami akan terus memperbaiki isi dari eKasih sehingga benar-benar dapat berguna dan menjadi berkat buat kita semua.

Sahabat yang rindu membantu pelayanan ini dapat mengirimkan bantuan ke rekening ekasih a/n Khristianto, no rek BCA 2671462001, bantuan berupa barang yang ingin disalurkan untuk memberkati banyak orang dapat dikirim ke alamat kami di Jl. Bengkulu Kav 434/M Cinere, Limo - Depok 12415.

 

Doa dan Konseling Online

My Yahoo Status
هيولای تبليغات

Ulti Clocks content
My Google Page Rank

GTranslate

Arabic Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) Dutch French German Hebrew Indonesian Italian Japanese Korean Malay Portuguese Russian Spanish