You are here > Home
Wed 08 Sep 2010

Our Vision

Visi di perlukan untuk menjalankan suatu rencana, begitu pula halnya dengan eKasih yang mempunyai visi yang Tuhan berikan.

Our Vision

Ditentukan untuk menjadi Berkat

Hikmat dalam buku ini adalah suatu mandat pribadi untuk menerima otoritas dan perkenanan yang telah Allah tetapkan bagi Anda.

Ditentukan untuk menjadi Berkat

Hidding Place (Platinum Edition)

Album terbaru Don Moen

Hidding Place (Platinum Edition)

Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo


"PENGURAPAN TUHAN KUNCI KE ARAH PELAYANAN SEPERTI TUHAN YESUS "

Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo

Review

The emotional traumas of young Israeli soldiers drafted into the war with Lebanon in the 1980s

Review
Headlines Previous Play Pause Next
08/09/10:  Rancangan Besar
06/09/10:  Deadline
03/09/10:  Kupang Baumata
02/09/10:  Menyapa Zakheus

Love

BAHAYA CINTA PREMATURE & IMMATURE

Sabtu, 27 Maret 2010 | Julianto Simanjuntak

article thumbnail
+ Full Story

7 KRITERIA MEMILIH PASANGAN HIDUP YANG TEPAT

Kamis, 10 September 2009 | Pastor Kong Hee

article thumbnail Anda mungkin pernah mengalami hubungan yang buruk di masa lalu; jadi kriteria apa saja yang perlu Anda temukan dalam diri si dia agar Anda tidak terjebak dalam kesalahan yang sama dan terluka...
+ Full Story

Berita Terkini

Tokoh Gereja Kecam Hari Membakar Alquran

Selasa, 03 Agustus 2010 | Ariza Samuel

article thumbnail Gerakan hari membakar Alquran itu diserukan oleh Dove World Outreach Center dalam akun facebook-nya. "Dove World Outreach Center, Anda sangat memalukan," kecam Angel Nuñez, Wakil Presiden...
+ Full Story

Sketsa Yesus di Bulu Ayam

Senin, 26 Juli 2010 | detik.com

article thumbnail
+ Full Story

Motivasi

Kunci Sukses Dalam segala bidang

Jumat, 26 Maret 2010 | Albert Surya Wanasida

article thumbnail  
+ Full Story

Ikan yang pesimis

Rabu, 28 Oktober 2009 | Khrist

article thumbnail
+ Full Story

Pernikahan Bukan Peternakan
Ditulis oleh milis   
Kamis, 15 Juli 2010 00:00

Ayat bacaan: Kejadian 2:18
============ ========
"TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."


Beberapa minggu yang lalu ada salah seorang siswa yang sudah berkeluarga berbincang-bincang dengan saya selepas kuliah. Obrolan akhirnya sampai kepada keluarga, dan dia bercerita bahwa ia menceraikan istrinya dan kemudian menikah lagi. Alasannya apa? "karena tidak bisa punya anak.." katanya ringan sambil tertawa kecil. Saya merasa kaget, tapi sebenarnya itu adalah sebuah potret kehidupan.

 

Begitu banyak orang yang akhirnya mengalami kegagalan rumah tangga karena kekecewaan akan pasangannya yang belum juga mampu menghadirkan keturunan. Ketika usia terus bertambah, namun tidak juga mendapat keturunan, apalagi setiap hari ditanyai "kapan punya anak" dari keluarga atau teman-teman, mereka pun mulai berpikir bahwa pernikahan mereka telah gagal. Sebagian lagi akan memakai hal ini sebagai alasan untuk menikah lagi untuk kedua kalinya. Apakah saya merasa tidak butuh keturunan? Sama sekali tidak. Saya masih terus berdoa agar Tuhan berkenan memberkati kami dengan keturunan. Saya, sama seperti pasangan lainnya, tentu mengharapkan keluarganya dilengkapi dengan anak-anak. Wajar jika kita berharap akan lahirnya anak-anak dari pernikahan kita. Namun yang ingin saya sampaikan adalah, tujuan utama sebuah pernikahan bukanlah untuk mempunyai anak. Pernikahan bukanlah peternakan.


Dari contoh siswa saya di atas tadi, dan banyak kasus lain mengenai kegagalan rumah tangga akibat tidak mendapat keturunan, saya melihat adanya salah kaprah mengenai tujuan utama mendirikan lembaga pernikahan. Mereka memandang pernikahan layaknya sebuah peternakan, dimana kita bisa mengembangbiakkan keturunan kita. Sekali lagi, pernikahan bukanlah peternakan. Sebuah pernikahan, dimana Tuhan sendiri yang memateraikan pembentukannya, punya tujuan yang jauh lebih penting daripada sekedar memiliki keturunan. Apalagi jika dasarnya hanyalah "kejar tayang" atau takut disebut "bujang lapuk/perawan tua", akibat nafsu, gengsi, desakan orang tua dan lain-lain. Itu semua bukanlah tujuan utama sebuah pernikahan menurut firman Tuhan. Ayat bacaan hari ini menyatakan dengan jelas tujuan Allah menciptakan pasangan buat manusia, yaitu sebagai penolong. Tuhan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam (ay 21), yang menunjukkan sebuah hubungan erat, bahwa istri adalah bagian hidup suami, bukan sekedar alat pemuas nafsu dan "pabrik" pembuat anak.Tapi Tuhan melengkapi kita dengan seorang pasangan agar kita bisa saling melengkapi, saling menyempurnakan dan saling menolong. Dalam sebuah pernikahan yang diberkati Tuhan, kita bisa mengalami, menikmati dan saling berbagi sukacita dan cintakasih. Kita bisa saling support ketika salah satu tengah mengalami kesulitan. Kita bisa menghidupkan sebuah persekutuan dengan memuliakan Allah diatas segalanya. Janji pernikahan yang kita ucapkan pun menyatakan hal itu, bukan menyatakan bahwa kita menikah untuk membuat anak. Memiliki penerus garis keturunan adalah penting dan merupakan dambaan hampir setiap orang, namun itu bukanlah yang terutama.

"Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN.." (Mazmur 127:3). Anak adalah pemberian dan anugerah dari Tuhan. Jangan tawar hati jika hingga saat ini anda masih seperti saya yang belum saatnya dikaruniai anak. Biarlah itu terjadi sesuai kehendak Tuhan, Sang Pencipta. Yang penting adalah kita menyadari hakekat dari sebuah pernikahan sesuai apa yang difirmankan Tuhan. Jangan merasa bahwa tanpa anak, lembaga pernikahan yang anda bangun sebagai sebuah kegagalan. Karena ada Allah yang bertahta di atasnya, yang telah memberkati dan mengikat penyatuan hubungan antara suami dan istri. Jadikan pernikahan sebagai tempat dimana anda bisa bersinergi dengan pasangan untuk memuliakan Tuhan, dan bersama-sama seiring sejalan melakukan kehendak Allah atas kehidupan kita. Pernikahan yang gagal bukanlah pernikahan yang tidak melahirkan anak, melainkan pernikahan yang tidak berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan.

Ada anak atau tidak, tetaplah miliki pernikahan yang sukses penuh dengan kebahagiaan
 

Meja Redaksi

redaksiShalom, sahabat-sahabat eKasih

Puji Tuhan, sesuai dengan rencana maka mulai tanggal 5 Mei 2009 ini eKasih tampil dengan wajah yang lebih segar. Kami tahu bahwa ini masih perlu penambahan penambahan yang lebih baik lagi. Untuk itu setiap hari kami akan terus memperbaiki isi dari eKasih sehingga benar-benar dapat berguna dan menjadi berkat buat kita semua.

Sahabat yang rindu membantu pelayanan ini dapat mengirimkan bantuan ke rekening ekasih a/n Khristianto, no rek BCA 2671462001, bantuan berupa barang yang ingin disalurkan untuk memberkati banyak orang dapat dikirim ke alamat kami di Jl. Bengkulu Kav 434/M Cinere, Limo - Depok 12415.

 

MiniFp -Kesaksian

Eksekutif Itu Kini Jadi Pengantar Pizza !

Selasa, 30 Maret 2010 | Antonia

article thumbnail Krisis ekonomi di AS membuat seorang eksekutif bergaji Rp 8,8 miliar per tahun jatuh bangkrut. Untuk bertahan hidup, sang eksekutif pun akhirnya menjadi pengantar pizza dengan upah rendah. RESESI...
+ Full Story

Another Articles

  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday55
mod_vvisit_counterYesterday62
mod_vvisit_counterThis week186
mod_vvisit_counterLast week563
mod_vvisit_counterThis month584
mod_vvisit_counterLast month620
mod_vvisit_counterAll days27979

Online (20 minutes ago): 2
Your IP: 38.107.191.95
,
Today: Sep 08, 2010

Member Online

None

Who's Online

Kami punya 8 tamu online

Doa dan Konseling Online

My Yahoo Status
هيولای تبليغات

Ulti Clocks content
My Google Page Rank

GTranslate

Arabic Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) Dutch French German Hebrew Indonesian Italian Japanese Korean Malay Portuguese Russian Spanish

Bible Message


7 HAL TENTANG MENJADI SERUPA DENGAN YESUS.

6.Tujuan Hidup (Yoh 3;17)
Tujuan Yesus hidup di bumi adalah melakukan kehendak Bapa & keselamatan manusia di bumi. Yesus datang untuk memperbaiki & memperbaharui hubungan manusia dengan Bapa, menjadi lebih intim antara Bapa dan anak. Menjadi serupa degan Yesus artinya kita memiliki tujuan hidup untuk melakukan kehendak Yesus lebih utama dibandingkan kehendak kita pribadi. Memang tidak mudah, tapi mari kita belajar bersama-sama.
GBU