|
PERENUNGAN UNTUK ORANG SOMBONG |
|
|
|
|
Ditulis oleh Ev. Bedjo Lie, S.E., M.Div.
|
|
Jumat, 16 Juli 2010 00:00 |
|

“Semakin sombong seseorang semakin ia membenci kesombongan dalam diri orang lain.”
(C. S. Lewis)
Suatu malam, seorang mahasiswa berkata kepada saya dalam pergumulannya, “Pak, saya sedang bergumul dengan diri saya. Saya merasa sombong dan ini mengganggu saya.” Melihat ekspresi wajahnya yang serius dan tulus, saya menjawabnya, “Tenang saja, kesombonganmu jelas masih dalam taraf yang belum puncak. Pernyataanmu bahwa kamu merasa sombong menunjukkan bahwa kamu tidak benar-benar sombong.” Setelah itu kami berbicara panjang lebar dan saling mendukung.
Komentar saya di atas mencerminkan sebuah keyakinan bahwa mereka yang sombong total biasanya tidak menyadari kesombongannya dan mereka yang mampu mengakui kesombongannya, masih memiliki sisa-sisa kerendahan hati.. Hal ini seperti, orang yang agak mabuk sadar bahwa ia agak mabuk, namun orang yang mabuk total tidak sadar bahwa ia mabuk; atau orang yang setengah tertidur sadar bahwa ia setengah tertidur, tetapi mereka yang tertidur lelap tidak sadar bahwa ia sedang tertidur.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 14 Juli 2010 22:51 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Hidup Kudus Sesuai Panggilan |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Selasa, 13 Juli 2010 08:57 |
|
Ayat bacaan: 1 Tesalonika 4:7 ======================== "Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus."
Sekali waktu saya pernah membaca ucapan seorang artis mengenai perceraiannya. "Sudah takdir Yang Maha Kuasa 'kali ya.." katanya ringan. Ketika itu saya terperangah. Bagaimana mungkin Tuhan yang penuh kasih merencanakan kita untuk berpisah? Bukankah kehadiran Hawa dalam proses penciptaan manusia buat kali pertama pun karena kita dikatakan tidak baik jika sendirian saja? Jika demikian, bagaimana mungkin Tuhan menghendaki sebuah perceraian terjadi? Tapi begitulah kita manusia yang cenderung mencari kambing hitam atas kesalahan yang kita buat sendiri. Jika menyalahkan orang lain saja sudah tidak baik, apalagi menyalahkan Tuhan. Begitu ringannya ia melempar kata tanpa menyadari konsekuensi dari perkataannya itu kelak bisa fatal akibatnya. Berhati-hati dalam berpikir, merasa dan berbicara itu sungguh penting. Tapi bukan itu yang ingin saya angkat hari ini menjadi bahan renungan, melainkan seperti apa sebenarnya panggilan Tuhan kepada setiap kita, anak-anakNya.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Renungan Harian Online
|
|
Senin, 05 Juli 2010 08:53 |
|
Ayat bacaan: Mazmur 149:4 ==================== "Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan."
Berkecimpung di dunia musik membuat saya mengenal banyak pemusik di negeri ini, baik yang sudah terkenal maupun yang masih menapak naik. Ada yang sudah terkenal namun masih tetap ramah dan akrab dengan fansnya, sebaliknya ada pula yang masih berjuang tapi sikapnya sudah seperti artis paling top sedunia. Saya melihat sendiri ada musisi-musisi yang tiba-tiba berubah menjadi angkuh ketika kesuksesan mulai tercium, memasang tarif setinggi langit, jual mahal, dan yang terjadi biasanya adalah kehancuran karir dini. Ada sebuah grup yang saya kenal sebetulnya sangat menjanjikan, sayangnya perilaku mereka ternyata tidak baik. Mereka kerap hadir terlambat, tampil acak-acakan dan menurut penuturan panitia dan teman musisi lain ternyata sikap mereka pun tidak cukup sopan. Akibatnya saya tidak mendengar lagi nama mereka hari ini. Sungguh sayang ketika keangkuhan atau tinggi hati ternyata mampu menguasai kita. Ada begitu banyak hal yang baik akan sirna dari diri kita apabila kita membiarkan hal ini berlarut-larut. Bukan hanya manusia saja, tetapi Tuhan pun sangat menekankan sikap rendah hati ini.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
|
|
halaman 1 of 33 |
Meja Redaksi
Shalom, sahabat-sahabat eKasih
Puji Tuhan, sesuai dengan rencana maka mulai tanggal 5 Mei 2009 ini eKasih tampil dengan wajah yang lebih segar. Kami tahu bahwa ini masih perlu penambahan penambahan yang lebih baik lagi. Untuk itu setiap hari kami akan terus memperbaiki isi dari eKasih sehingga benar-benar dapat berguna dan menjadi berkat buat kita semua.
Sahabat yang rindu membantu pelayanan ini dapat mengirimkan bantuan ke rekening ekasih a/n Khristianto, no rek BCA 2671462001, bantuan berupa barang yang ingin disalurkan untuk memberkati banyak orang dapat dikirim ke alamat kami di Jl. Bengkulu Kav 434/M Cinere, Limo - Depok 12415.