|
Ditulis oleh Renungan Harian Online
|
|
Rabu, 10 Maret 2010 12:16 |
|
Hampir semua orang memiliki ketakutan tersendiri kepada sesuatu hal. Misalnya ada yang takut akan ketinggian, takut naik pesawat, takut berada di keramaian, takut di dalam lift atau ruangan tertutup, atau takut akan serangga tertentu. Semua itu bisa begitu mengganggu sehingga banyak orang yang membutuhkan terapi untuk bisa mengatasi rasa takutnya. Disamping berbagai rasa takut tersebut, ada sebuah bentuk ketakutan lain yang sudah sering kita dengar dan sangat banyak terdapat dalam alkitab, yaitu takut akan Tuhan. Ini sebuah kata yang mungkin membuat reaksi negatif muncul dari sebagian orang. Tuhan itu penuh kasih, pemurah, lembut, mengapa harus ada kata takut kepadaNya? "Takut itu kan buat setan..kenapa kepada Tuhan juga kita harus ikut-ikutan takut?" kata seorang teman pada suatu kali. Banyak orang yang salah menafsirkan bentuk takut akan Tuhan ini. Tuhan memang penuh kasih, pemurah, lembut, baik, panjang sabar, setia dan sebagainya. Itu sungguh benar. Tapi itu bukan berarti kita bisa memanfaatkan itu dengan bertindak seenaknya tanpa batas. Takut akan Tuhan, itu merupakan pagar yang membuat kita bisa bersyukur secara maksimal terhadap segala kebaikan yang Tuhan curahkan bagi kita.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Renungan Harian Onlinew
|
|
Selasa, 02 Maret 2010 08:33 |
|
Pernahkah anda bertemu dengan orang yang hanya berkeluh kesah, hanya melihat sisi negatif dari segalanya tanpa pernah melihat satupun yang baik dari hidupnya? Saya sering bertemu dengan orang seperti ini, yang hanya mengisi perkataannya dengan segala yang buruk. "Yah beginilah saya, sudah nasib harus terus menderita." Ada juga seorang teman yang imannya seperti roller coaster. Di saat tertentu ia bersukacita, tapi dalam sekejap ia bisa melontarkan kata-kata yang sangat tidak pantas diucapkan oleh orang percaya. "Boleh nggak saya minta mati saja?" Itu katanya tadi malam yang membuat saya terkejut. Padahal satu masalah yang ia alami sama sekali tidak sebanding dengan segala pertolongan Tuhan yang telah ia alami, bahkan masih ia alami hingga hari ini. Sangat mudah bagi kita untuk meratapi nasib, tapi betapa sulitnya untuk mengucap syukur.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Renungna Harian Online
|
|
Senin, 01 Maret 2010 07:44 |
|
Everything is against me. Rasanya seperti itulah tekanan yang saya alami hari ini. Ada begitu banyak permasalahan yang bertumpuk-tumpuk, hingga 24 jam rasanya sudah sangat kurang untuk bisa menyelesaikan segalanya sesuai waktu. Masih lumayan jika masalah itu datang satu persatu, tapi sayangnya seringkali tekanan datang beruntun sekaligus dalam satu waktu, membuat kita pusing tujuh keliling. Tekanan-tekanan ini bisa begitu menyita waktu, tenaga dan pikiran kita sehingga kita pun lemah, kehabisan tenaga dan daya tahan. Semua manusia pasti pernah mengalami hal ini. Ada yang mampu bertahan dan kemudian lepas dari semua itu dengan gemilang, tapi banyak pula yang gagal. Menyerah kalah menghadapi tekanan-tekanan itu.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
|
|
halaman 1 of 23 |
Meja Redaksi
Shalom, sahabat-sahabat eKasih
Puji Tuhan, sesuai dengan rencana maka mulai tanggal 5 Mei 2009 ini eKasih tampil dengan wajah yang lebih segar. Kami tahu bahwa ini masih perlu penambahan penambahan yang lebih baik lagi. Untuk itu setiap hari kami akan terus memperbaiki isi dari eKasih sehingga benar-benar dapat berguna dan menjadi berkat buat kita semua.
Sahabat yang rindu membantu pelayanan ini dapat mengirimkan bantuan ke rekening ekasih a/n Khristianto, no rek BCA 2671462001, bantuan berupa barang yang ingin disalurkan untuk memberkati banyak orang dapat dikirim ke alamat kami di Jl. Bengkulu Kav 434/M Cinere, Limo - Depok 12415.