|
Sahabatku, Saat kita marah, membentak, bicara kasar, memaki-maki sesama kita serumah, teman kita, anak buah atau pembantu,..di situlah kita sedang mendirikan "tembok tinggi" tanpa jendela sehingga sesamamu tidak dapat menemui hatimu, melainkan terbentur kepalanya karena ada tembok di depan matanya. Demikianlah juga dirimu tidak akan ketemu saudaramu karena ada tembok tinggi. Kapankah engkau akan membongkar tembok itu?
Tembok tinggi yang memisahkan antara aku yang sedang marah dengan saudaraku, hanya dapat dibongkar dengan "sikap rendah hati". Rendah hati itu bagaikan menggali tanah untuk membuat sumur agar suatu saat nanti air dapat mengalir ke dalamnya. Menggali tanah itu "membuat lobang", demikianlah pula "membongkar tembok tinggi", tidak lain adalah membongkar "gengsi, harga diri yang dibangun begitu tinggi" bagaikan tembok tinggi tanpa dinding. Saat dibongkar, pastilah engkau kesakitan, karena engkau menjadi orang yang ditantang "rela tidak dipercaya lagi!"
Menjadi pribadi yang berani "tidak dipercaya", tidak lain seperti Yesus. Cobalah perhatikan, Dia yang telah mengajar dengan kata dan perbuatan: Ajaran Cinta Kasih dan tindakannya menyembuhkan, membangkitkan orang mati, membela orang kecil, ternyata Yesus pun tidak dipercaya sebagai Anak Allah. Namun Yesus tidak mempertahankan kesetaraan-Nya dengan Allah, melainkan "mengosongkan diri" dan taat sebagai hamba sampai mati di salib (Flp 2:5-11) Yesus tidak membela dirinya bahwa Dia memang benar, tapi Dia memperkenalkan Kebenaran Sejati yakni dengan "taat di salib". Kebenaran itu kasih tiada habisnya: menyerahkan nyawa agar umat manusia ditebus. Di salib itulah Yesus kehilangan kesempatan untuk hidup bebas, nikmat, hebat, dipuji, dan tidak ada lagi kesempatan untuk mengontrol orang lain.
Kalau Yesus saja, yang setara dengan Allah, membiarkan diri-Nya tidak dipercaya, apakah kita rela untuk tidak dipercaya, tentu setelah kita menunjukkan keutuhan pribadi sebagai orang beriman. Beranikah menjadi pribadi yang tidak dipercaya, setelah kita berbuat baik: bermurah hati dalam pelayanan, berbela rasa dengan sesama yang menderita, serta konsisten dalam kata dan perbuatan?
Semoga hari ini ada banyak tanda cinta Tuhan yang membuat hidupmu terkejut, agar engkau tertantang makin tumbuh subur jadi dewasa! Have a nice and blessed today! (Milis SSK)
|