You are here > Home Arsip September Tembok tinggi yang kubuat itu....
Sat 04 Sep 2010
Tembok tinggi yang kubuat itu.... PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Blasius Slamet Lasmunadi   
Senin, 21 September 2009 06:37

Sahabatku,
Saat kita marah, membentak, bicara kasar, memaki-maki sesama kita serumah, teman kita, anak buah atau pembantu,..di situlah kita sedang mendirikan "tembok tinggi" tanpa jendela sehingga sesamamu tidak dapat menemui hatimu, melainkan terbentur kepalanya karena ada tembok di depan matanya. Demikianlah juga dirimu tidak akan ketemu saudaramu karena ada tembok tinggi. Kapankah engkau akan membongkar tembok itu?



Tembok tinggi yang memisahkan antara aku yang sedang marah dengan saudaraku, hanya dapat dibongkar dengan "sikap rendah hati". Rendah hati itu bagaikan menggali tanah untuk membuat sumur agar suatu saat nanti air dapat mengalir ke dalamnya. Menggali tanah itu "membuat lobang", demikianlah pula "membongkar tembok tinggi", tidak lain adalah membongkar "gengsi, harga diri yang dibangun begitu tinggi" bagaikan tembok tinggi tanpa dinding. Saat dibongkar, pastilah engkau kesakitan, karena engkau menjadi orang yang ditantang "rela tidak dipercaya lagi!"

Menjadi pribadi yang berani "tidak dipercaya", tidak lain seperti Yesus. Cobalah perhatikan, Dia yang telah mengajar dengan kata dan perbuatan: Ajaran Cinta Kasih dan tindakannya menyembuhkan, membangkitkan orang mati, membela orang kecil, ternyata Yesus pun tidak dipercaya sebagai Anak Allah. Namun Yesus tidak mempertahankan kesetaraan-Nya dengan Allah, melainkan "mengosongkan diri" dan taat sebagai hamba sampai mati di salib (Flp 2:5-11) Yesus tidak membela dirinya bahwa Dia memang benar, tapi Dia memperkenalkan Kebenaran Sejati yakni dengan "taat di salib". Kebenaran itu kasih tiada habisnya: menyerahkan nyawa agar umat manusia ditebus. Di salib itulah Yesus kehilangan kesempatan untuk hidup bebas, nikmat, hebat, dipuji, dan tidak ada lagi kesempatan untuk mengontrol orang lain.

Kalau Yesus saja, yang setara dengan Allah, membiarkan diri-Nya tidak dipercaya, apakah kita rela untuk tidak dipercaya, tentu setelah kita menunjukkan keutuhan pribadi sebagai orang beriman. Beranikah menjadi pribadi yang tidak dipercaya, setelah kita berbuat baik: bermurah hati dalam pelayanan, berbela rasa dengan sesama yang menderita, serta konsisten dalam kata dan perbuatan?

Semoga hari ini ada banyak tanda cinta Tuhan yang membuat hidupmu terkejut, agar engkau tertantang makin tumbuh subur jadi dewasa! Have a nice and blessed today! (Milis SSK)

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 21 September 2009 06:41
 

Meja Redaksi

redaksiShalom, sahabat-sahabat eKasih

Puji Tuhan, sesuai dengan rencana maka mulai tanggal 5 Mei 2009 ini eKasih tampil dengan wajah yang lebih segar. Kami tahu bahwa ini masih perlu penambahan penambahan yang lebih baik lagi. Untuk itu setiap hari kami akan terus memperbaiki isi dari eKasih sehingga benar-benar dapat berguna dan menjadi berkat buat kita semua.

Sahabat yang rindu membantu pelayanan ini dapat mengirimkan bantuan ke rekening ekasih a/n Khristianto, no rek BCA 2671462001, bantuan berupa barang yang ingin disalurkan untuk memberkati banyak orang dapat dikirim ke alamat kami di Jl. Bengkulu Kav 434/M Cinere, Limo - Depok 12415.

 

Doa dan Konseling Online

My Yahoo Status
هيولای تبليغات

Ulti Clocks content
My Google Page Rank

GTranslate

Arabic Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) Dutch French German Hebrew Indonesian Italian Japanese Korean Malay Portuguese Russian Spanish