You are here > Home Arsip Mei You'Re ONE Or Zero
Sat 04 Sep 2010
You'Re ONE Or Zero PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Triana Eva Christine   
Sabtu, 30 May 2009 00:00
"Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti." II Kor 3 :10

Sejak ajang kontes pencairan idola menjamur di berbagai stasiun televisi dan mendapat rating yang sangat tinggi karena berhasil menyedot perhatian pemirsanya, banyak orang tergoda untuk ingin menjadi idola baru. Mulai dari anak-anak yang ingin menjadi idola cilik hingga para ibu rumah tangga yang tertantang untuk menjadi dream girls.

Untuk mencapai mimpinya itu, mereka rela mengantri berjam-jam hanya untuk mengikuti audisi. Mereka juga rela meninggalkan kota atau desa mereka, keluarga bahkan ada yang sampai rela meninggalkan sekolah dan pekerjaan mereka demi mengikuti masa karantina yang memakan waktu sekian bulan. Apa yang mereka kejar?

Siapa yang tidak ingin menjadi bintang? Sudah terkenal, dipuja banyak orang, kaya raya pula. Apalagi prosesnya begitu instant, hanya dalam hitungan bulan, seseorang bisa mendadak jadi bintang.Penampilan fisik bukan lagi modal utama, yang penting bakat dan bisa menarik simpati pemirsa. Hari gini, kemampuan bukan lagi penentu kemenangan, karena penontonlah yang menjadi jurinya. Itulah realita.

Banyak orang menganggap dengan memperoleh popularitas (ketenaran) dan kekayaan, maka hidup menjadi lebih berarti. Begitupun dengan kedudukan dan kekuasaan.Dengan memiliki keempat hal tersebut, maka seseorang menjadi lebih terpandang, dihargai dan diterima dalam masyarakat.

Pandangan itulah yang masih sangat kental berlaku dalam masyarakat kita, khususnya masyarakat Jawa, yaitu dengan menilai seseorang berdasarkan bobot, bibit dan bebetnya. Seseorang dianggap berarti apabila ia memiliki bobot ( nilai, kekuatan, kualitas, harkat, derajat dan martabat), dari bibit (keturunan) yang baik, dan bebet (pakaian dan kekayaan) yang mencukupi. Apabila seseorang tidak memenuhi kualifikasi 3B ini, maka ia akan dipandang sebelah mata. Maka tidaklah mengherankan bila banyak orang mendadak gila dan bunuh diri bila kehilangan 4K (kekayaan, kedudukan,kekuasaan dan ketenaran), karena merasa diri pecundang dan bukan apa-apa lagi.

Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita juga memakai pola bobot, bibit dan bebet ini dalam menilai seseorang? Atau bahkan dalam menilai diri kita sendiri?

2 Korintus 5 : 16
"Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian."

2 Korintus 10 : 12
"Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka!"

Mari belajar dari Paulus. Paulus adalah seorang yang sangat memiliki bobot, bibit dan bebet yang sangat baik. Paulus adalah orang Ibrani asli ( bibit ), orang Farisi (bobot) dan pengusaha kemah ( bebet), namun ia bersaksi bahwa apa yang dulu merupakan keuntungan baginya, ia anggap rugi karena Kristus. Malah segala sesuatu ia anggap rugi, karena pengenalan akan Kristus. Kristuslah alasan utama ia melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya Paulus memperoleh Kristus ( Filipi 3:10).

Apakah artinya itu bagi kita? Apakah salah bila kita memperoleh 4K itu? Tentu tidak! Justru itu adalah berkat yang TUHAN sediakan bagi kita yang melakukan perintah TUHAN dengan setia.

TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan- Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya." ( Ulangan 28:12-14)

Kita boleh mengejar semua impian kita, sebesar apapun mimpi itu selama itu masih dalam koridor yang benar, yaitu : dalam pencapaiannya kita mengandalkan Tuhan (Yer17 : 7), sesuai kehendak Tuhan (Ezra 7 :18) dan tujuan akhirnya adalah Nama Tuhan dipermuliakan (Roma 11 :36). Motivasi kita dalam memperoleh 4K itu bukan supaya hidup kita jadi lebih berarti. Karena arti hidup kita tidak ditentukan oleh hal-hal yang sifatnya lahiriah dan fana itu.

Kita berarti karena kita diciptakan sungguh amat baik (Kej 2:18), dan dijadikan menurut gambar dan rupa Allah (Kej 1 : 26), kita berharga di mata TUHAN dan mulia (Yes 43 : 4 ), harga diri kita dipulihkan olehNya, yang tadinya hamba dosa menjadi hamba kebenaran (Roma 6 : 17,18), karena kita telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar oleh TUHAN (1 Kor 6 : 20). Derajat kita bukan ditentukan oleh bobot, bibit dan bebet, namun karena kita melakukan kebenaran (Amsal 14 : 34 ).

We are One, not Zero (nothing). Kita adalah One (seseorang). Kita berarti bukan berdasarkan pandangan dunia, namun kita berarti (berharga) dalam pandangan Allah. Sekalipun dunia menolak kita karena kita belum memiliki 4k itu, namun Tuhan tidak menolak kita. Mari jadikan hidup kita lebih berarti dengan terus berpegang pada FirmanNya. Mari jadikan hidup kita berarti dengan menjadi berkat bagi sesama. Karena berkat TUHAN senantiasa tersedia bagi orang-orang yang percaya dan mengasihi DIA.. Amin.

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 10 Agustus 2009 23:18
 

Meja Redaksi

redaksiShalom, sahabat-sahabat eKasih

Puji Tuhan, sesuai dengan rencana maka mulai tanggal 5 Mei 2009 ini eKasih tampil dengan wajah yang lebih segar. Kami tahu bahwa ini masih perlu penambahan penambahan yang lebih baik lagi. Untuk itu setiap hari kami akan terus memperbaiki isi dari eKasih sehingga benar-benar dapat berguna dan menjadi berkat buat kita semua.

Sahabat yang rindu membantu pelayanan ini dapat mengirimkan bantuan ke rekening ekasih a/n Khristianto, no rek BCA 2671462001, bantuan berupa barang yang ingin disalurkan untuk memberkati banyak orang dapat dikirim ke alamat kami di Jl. Bengkulu Kav 434/M Cinere, Limo - Depok 12415.

 

Doa dan Konseling Online

My Yahoo Status
هيولای تبليغات

Ulti Clocks content
My Google Page Rank

GTranslate

Arabic Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) Dutch French German Hebrew Indonesian Italian Japanese Korean Malay Portuguese Russian Spanish