You are here >
Wed
08
Sep 2010
08/09/10:
Rancangan Besar
07/09/10:
Mitos Seorang Pria
06/09/10:
Deadline
03/09/10:
Kupang Baumata
02/09/10:
Menyapa Zakheus
| Milikilah Kekuatan Kuasa-Nya dan Rebutlah Janji-Nya |
|
|
|
| Ditulis oleh Sapta J. Tandi |
| Kamis, 04 Juni 2009 00:00 |
Setiap kali Allah memberikan janji firman kepada umat-Nya maka Ia pasti akan melengkapi mereka dengan memberikan kekuatan untuk merebut janji itu pada waktu-Nya sebab janji Allah tidak akan pernah dapat diraih dengan kekuatan manusiawi ataupun dengan cara-cara yang biasa.Ketika Allah memberikan janji kepada Abraham untuk memiliki anak, Abraham tidak dapat meraihnya dengan kekuatan manusiawinya tetapi Allah memberikan kekuatan kepada Abraham dan Sara untuk melahirkan anak perjanjian itu. Dia memberikan kekuatan setelah Abraham dan Sarah kehilangan kekuatan manusiawi mereka untuk melahirkan anak. Ketika Allah memberikan janji kepada Kaleb bin Yefune untuk memiliki tanah perjanjian, Dia memberikan kekuatan kepada Kaleb untuk menaklukkan Gunung Hebron sekalipun usianya sudah lanjut.. Ketika Allah memberikan janji kepada murid-murid bahwa mereka akan memberitakan Injil ke seluruh dunia, Dia memberikan kekuatan-Nya yaitu ketika Roh Kudus turun ke atas mereka pada hari Pentakosta. Ada beberapa bentuk kekuatan yang akan diberikan Tuhan saat Roh Kudus dicurahkan: Pertama, Kekuatan untuk memperoleh kekayaan [Ulangan 17-18] Roh Kudus bukan hanya memberikan kekuatan dan hikmat bagaimana memperoleh kekayaan tetapi juga Dia memberikan kita hikmat dan kemampuan untuk memelihara dan melipatgandakan kekayaan itu dengan maksud untuk memperluas pemberitaan Injil. Saya menyarankan Anda belajar menentukan tingkat kebutuhan dan kecukupan hidup agar Anda tidak jatuh dan terjerat hutang atau berbagai kesulitan. Ada istilah popular, “sedikit penghasilan sedikit pengeluaran tetapi lebih banyak penghasilan lebih banyak pula pengeluaran bahkan sampai defisit atau berutang.” Coba belajar menggunakan 70% saja dari gaji/pendapatan Anda dimana 10%-nya untuk perpuluhan dan 10%-nya untuk ditabung atau Investasi dan 10%-nya lagi untuk diberikan kepada pelayanan atau orang-orang yang membutuhkan. Peningkatan jumlah gaji/pendapatan sebaiknya tidak serta merta diikuti dengan peningkatan konsumsi untuk keperluan sendiri. Saya percaya ada maksud Tuhan untuk memberkati kita berlimpah ruah yaitu agar kita bisa lebih banyak membawa persembahan untuk Tuhan dan memberikan bantuan keuangan kepada orang lain. Kisah John D. Rockefeller, Sr menggambarkan bahwa seseorang yang mau memberikan nilai dan makna bagi hidup orang lain justru tindakannya itu akan membuat hidupnya lebih berbahagia, sehat dan panjang umur. John D. Rockefeller pada usia 53 tahun mungkin adalah orang yang terkaya di muka bumi ini, tetapi pengejaran uang tanpa kenal lelah menuntut bayaran terhadap kesehatannya. Dengan pendapatan lebih dari satu juta dollar seminggu, ia kehilangan semua rambutnya dan ia hanya boleh makan crackers dan susu setiap harinya! Atas nasehat sahabat-sahabatnya, Rockefeller mulai menggunakan kekayaannya yang sangat besar itu untuk memberi makna dan kebaikan pada orang lain. Ia mengubah pikirannya dari seorang yang hanya mencari uang menjadi seorang pemberi uang untuk pemberitaan Injil dan membantu orang-orang lain. Kesehatan Rockefeller membaik, ia mulai bisa tidur dan makan secara normal dan menikmati kehidupan pada umumnya. Dr Mc Millen yang merawatnya berkata,“kuasa Allah bekerja melalui aliran kasih dan ucapan syukur dari orang-orang yang ditolongnya. ” Kesehatan sang milyader, John D. Rockefeller berubah secara radikal, Tuhan menambahkan usianya sampai usia 98 tahun. Ia menjadi sangat kaya dan kekayaannya semakin berlipatganda! Kedua, kekuatan untuk menanggung segala perkara [Filipi 4:10-13] Kekuatan ini memberikan kemampuan untuk mengucap syukur dan bersabar ketika kita melewati masa-masa sulit. Kekuatan ini membuat kita bisa bersabar dan bertekun menantikan janji Allah tanpa bersunggut-sunggut dan menjadi kecewa apalagi putus asa. Roh Kudus memberikan kita kekuatan untuk menanggung segala perkara dengan cara mengubah cara pandang kita. Ia mengubah cara pandang terhadap diri kita sendiri [gambar diri]; terhadap Tuhan [iman]; terhadap orang lain [kasih]; terhadap masa depan [pengharapan] dan terhadap masa lalu [pengampunan] . Edward Halim telah putus asa dan kecewa dengan vonis dokter bahwa ia mengindap penyakit kanker paru-paru. Hal yang membuatnya kecewa dan terpukul adalah oleh karena ia merasa sudah memelihara kesehatannya dengan baik. Ia menjaga kesehatannya dengan makanan yang sehat dan bergizi, berolah raga dengan penuh disiplin, tidak pernah merokok, selalu menghirup udara segar di bawah pohon rindang. Dokter menjelaskan bahwa penyebab utama penyakitnya adalah bukan dari cara makannya tetapi karena ia hidup dalam tekanan yang cukup lama (stress). Kepahitan, kekecewaan, hidup dalam konflik, menyimpan dendam, ambisi yang tidak tercapai dapat meningkatkan tekanan (stress), dan mengakibatkan gangguan berbagai penyakit antara lain penyakit kanker, penyakit jantung, gangguan pencernaan, dan lainnya. Ia merasa dirinya tidak punya arti lagi, ia melihat hidupnya tidak punya masa depan lagi, ia dicekam oleh rasa takut yang kuat. Ia begitu takut terhadap penyakitnya itu. Kami datang memberitakan pesan pengharapan di dalam Yesus Kristus. Kami memberitakan bahwa Injil itu kekuatan Allah yang sanggup menyelamatkan setiap orang yang percaya. Ia dan seluruh keluarganya menyerahkan dirinya kepada Tuhan Yesus dan bertobat. Setelah ia mendengar firman Tuhan dengan seksama. Ia diubahkan dan menjadi kuat kembali oleh kuasa firman-Nya. Saat kami berdoa bersama untuk kekuatan dan kesembuhannya, saya mendapat pesan bahwa Tuhan akan menyembuhkan sakit kankernya itu dalam tempo 3 (tiga) bulan. Ia berkata,”Masalah penyakit kanker hati saya masih tetap ada namun karena cara pandang saya berubah terhadap diri saya sendiri dan terhadap kuasa Tuhan Yesus dan terhadap masa depan saya maka saya semakin kuat menanggung beban penyakit ini.” Beberapa bulan kemudian saya ada tugas pelayanan di Singapore, saya berjumpa dengannya di gereja. Ia menjelaskan kepada saya bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis terakhir, dokter tidak menemukan lagi sel kanker di dalam tubuhnya, dokter menyatakan dia sudah sembuh.". Edward Halim mengalami perubahan hidup, ia mengerti bahwa ada Tuhan yang berkuasa melakukan mujizat. Ia diubahkan oleh kebenaran firman Tuhan dan kuasa Roh Kudus yang telah menjamah hatinya. Penutup: Saya mendapatkan sebuah pewahyuan dari doa Yesus, yang ditulis dalam Injil Yohanes 17:17,”Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.” Arti kata “Kuduskanlah” berarti “Ubahlah atau Perubahan.” Maksud ayat Ini adalah proses perubahan yang Tuhan lakukan dalam hidup orang percaya. Yesus berdoa, “Ubahlah mereka, ya Bapa.” Kemudian pada frase kedua,” dalam kebenaran.” Kebenaran adalah bahan untuk mengubah kehidupan kita. Jika bensin untuk motor, makanan bergizi untuk tubuh maka kebenaran adalah untuk proses perubahan hidup. Apakah kebenaran itu? Yesus melanjutkan doanya “Firman-Mu adalah kebenaran.” Kebenaran adalah firman Tuhan. Ketika kita menerima firman dengan roh lemah lembut maka firman itulah yang akan mengubah kita. Firman mengubah hidup kita dengan cara mengubah cara pandang kita terhadap segala perkara. Itulah sebabnya Rasul Paulus berkata,”Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku.” [Filipi 3:13]. |
| Terakhir Diperbaharui pada Senin, 10 Agustus 2009 23:15 |
Meja Redaksi
Shalom, sahabat-sahabat eKasih
Puji Tuhan, sesuai dengan rencana maka mulai tanggal 5 Mei 2009 ini eKasih tampil dengan wajah yang lebih segar. Kami tahu bahwa ini masih perlu penambahan penambahan yang lebih baik lagi. Untuk itu setiap hari kami akan terus memperbaiki isi dari eKasih sehingga benar-benar dapat berguna dan menjadi berkat buat kita semua.
Sahabat yang rindu membantu pelayanan ini dapat mengirimkan bantuan ke rekening ekasih a/n Khristianto, no rek BCA 2671462001, bantuan berupa barang yang ingin disalurkan untuk memberkati banyak orang dapat dikirim ke alamat kami di Jl. Bengkulu Kav 434/M Cinere, Limo - Depok 12415.







Setiap kali Allah memberikan janji firman kepada umat-Nya maka Ia pasti akan melengkapi mereka dengan memberikan kekuatan untuk merebut janji itu pada waktu-Nya sebab janji Allah tidak akan pernah dapat diraih dengan kekuatan manusiawi ataupun dengan cara-cara yang biasa.



























